Rabu, 10 November 2010

pemadaman listrik

Dahlan Iskan: Saat Gunung Meletus, Listrik Ikut Jadi Korban
Wahyu Daniel - detikFinance


Jakarta - Padamnya listrik di kawasan sekitar Gunung Merapi tak bisa dihindari. Jaringan instalasi listrik selalu menjadi korban ketika ada letusan gunung berapi, karena itu genset menjadi satu-satunya sumber energi listrik.

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama PLN Dahlan Iskan kepada detikFinance, Sabtu (6/11/2010).

"Satu-satunya jalan adalah pasang diesel (genset) di pengungsian. Ketika gunung meletus seperti ini listrik juga jadi korban. Instalasi listrik yang penuh debu apalagi disertai hujan, membuat peralatan tidak berfungsi," jelas Dahlan.

Dahlan mengatakan, alat-alat listrik sangat peka terhadap debu. Jika debu itu basah akibat hujan, maka itu menjadi pengantar arus listrik, sehingga terjadi korslet.

"Debu adalah musuh utama listrik. Kelak semua peralatan dan jaringan yang berdebu itu harus dibersihkan dulu secara hati-hati sebelum akhirnya dialiri listrik lagi. Ini akan lama karena debu-debunya bersembunyi sampai jepitan-jepitan peralatan," tutur Dahlan.

Seperti diketahui, daerah-daerah pengungsian para korban Merapi dilanda pemadaman listrik. Ini memang tidak bisa dihindari. Karena itu PLN memberikan bantuan genset untuk memasok listrik ke pengungsian.

PLN bahkan siap menanggung bahan bakar genset di tempat-tempat vital sehingga listrik terus mengalir. Seperti untuk pos pengungsian, posko relawan, rumah sakit, dapur umum, dan lain-lain.

Kondisi pasokan listrik dari PLN saat ini di lereng Merapi di lokasi bahaya memang terganggu. Petugas PLN tidak bisa mengecek kondisi kelistrikan di area bahaya karena memang semua orang dilarang memasuki area bahaya.

Tim teknisi PLN selalu siap sedia untuk memeriksa dan memperbaiki trafo dan jaringan yang rusak di sekitar gunung Merapi. Namun untuk memasuki area-area tertentu yang masih dianggap bahaya petugas PLN harus mendapat izin dari tim SAR karena membahayakan keselamatan jiwa.

gunung berapi meletus

Gunung meletus

Letusan gunung berapi St. Helens (AS), 1980
Gunung meletus merupakan peristiwa yang terjadi akibat endapan magma di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi.
Magma adalah cairan pijar yang terdapat di dalam lapisan bumi dengan suhu yang sangat tinggi, yakni diperkirakan lebih dari 1.000 °C. Cairan magma yang keluar dari dalam bumi disebut lava. Suhu lava yang dikeluarkan bisa mencapai 700-1.200 °C. Letusan gunung berapi yang membawa batu dan abu dapat menyembur sampai sejauh radius 18 km atau lebih, sedangkan lavanya bisa membanjiri sampai sejauh radius 90 km.
Tidak semua gunung berapi sering meletus. Gunung berapi yang sering meletus disebut gunung berapi aktif.

Daftar isi

[sembunyikan]

Berbagai Tipe Gunung Berapi

  1. Gunung berapi kerucut atau gunung berapi strato (strato vulcano)
  2. Gunung berapi perisai (shield volcano)
  3. Gunung berapi maar

[sunting] Ciri-ciri gunung berapi akan meletus

Gunung berapi yang akan meletus dapat diketahui melalui beberapa tanda, antara lain
  • Suhu di sekitar gunung naik.
  • Mata air menjadi kering
  • Sering mengeluarkan suara gemuruh, kadang disertai getaran (gempa)
  • Tumbuhan di sekitar gunung layu
  • Binatang di sekitar gunung bermigrasi

Hasil letusan gunung berapi

Berikut adalah hasil dari letusan gunung berapi, antara lain :
Gas vulkanik
Gas yang dikeluarkan gunung berapi pada saat meletus. Gas tersebut antara lain Karbonmonoksida (CO), Karbondioksida (CO2), Hidrogen Sulfide (H2S), Sulfurdioksida (S02), dan Nitrogen (NO2) yang dapat membahayahan manusia.
Lava dan aliran pasir serta batu panas
Lava adalah cairan magma dengan suhu tinggi yang mengalir dari dalam Bumi ke permukaan melalui kawah. Lava encer akan mengalir mengikuti aliran sungai sedangkan lava kental akan membeku dekat dengan sumbernya. Lava yang membeku akan membentuk bermacam-macam batuan.
Lahar
Lahar adalah lava yang telah bercampur dengan batuan, air, dan material lainnya. Lahar sangat berbahaya bagi penduduk di lereng gunung berapi.
Abu letusan
Yakni material yang sangat halus yang disemburkan ke udara saat terjadi letusan. Karena sangat halus, abu letusan dapat terbawa angin dan dirasakan sampai ratusan kilometer jauhnya.
Awan panas
Yakni hasil letusan yang mengalir bergulung seperti awan. Di dalam gulungan ini terdapat batuan pijar yang panas dan material vulkanik padat dengan suhu lebih besar dari 600 °C. Awan panas dapat mengakibatkan luka bakar pada tubuh yang terbuka seperti kepala, lengan, leher atau kaki dan juga dapat menyebabkan sesak napas.
 

Gunung Berapi

Maraknya pemberitaan tentang meletusnya Gunung Merapi dan juga berita tentang status gunung – gunung yang ada di Indonesia menjadi WASPADA. Akankah Gunung Semeru Meletus juga masih menjadi misteri. di susul berita Gunung Kelud, Gunung Bromo dan juga Gunung Ijen yang juga berstatus WASPADA. tentu hal ini membuat kita juga harus mengetahui paling tidak sedikit tentang mengapa gunung – gunung berapi tersebut bisa meletus. Namun, sebelumnya kita harus mengetahui apa itu Gunung Berapi. Gunung berapi adalah bukaan, atau rekahan, pada permukaan atau kerak Bumi, yang membenarkan gas, abu, dan batu cair yang panas bebas jauh di dalam bawah permukaan bumi. Aktivitas gunung berapi mengakibatkan extrusion of rock yang cenderung membentuk gunung atau ciri-ciri berbentuk gunung melalui tempo waktu yang lama.
Gunung berapi biasanya terdapat di mana plak tetonik berpisah atau bertembung. Rabung tengah laut, seperti Rabung Tengah Atlantik (Mid-Atlantic Ridge), adalah contoh plak tetonik berpisah; Lingkaran Api Pasifik pula mempunyai contoh gunung berapi yang terhasil akibat pertembungan plak tetonik. Sebaliknya, gunung berapi biasanya tidak terhasil di mana dua plak tetonik bergeser sesama sendiri. Gunung berapi juga bisa terbentuk di kawasan di mana terdapat celah pada kerak Bumi dan di mana kerak Bumi menjadi menipis (di kenali sebagai gunung berapi antaraplat bukan titik panas), seperti di Lembah Rift Afrika (African Rift Valley), Rhine Graben Eropah dengan gunung berapi Eifelnya, Lapangan gunung berapi Wells Gray-Clearwater dan Rio Grande Rift di Amerika Utara.
Rinjani 1994 300x194 Gunung Berapi
Pemahaman paling mudah mengenai gunung berapi adalah gunung berbentuk kon, yang mengeluarkan lava dan gas beracun dari kawah gunung berapi dipuncaknya. Gambaran ini hanya menggambarkan satu dari berbagai jenis gunung berapi.. Struktur dan perangai gunung berapi bergantung kepada beberapa faktor. sebagian gunung berapi mempunyai kemuncak bergerigih dibentuk oleh kubah lava dan bukannya kawah puncak, sementara yang lain menunjukkan ciri-ciri permukaan bumi seperti tanah tinggi rata yang besar.
Semoga informasi ini bermanfaat bagi kita semua dan membuat kita lebih waspada dan berhati – hati dalam menghadapi segala kemungkinan yang mungkin terjadi dari “mengamuknya” gunung – gunung berapi tersebut.

10 bencana alam terdahsyat dalam sejarah AS

Dalam catatan sejarah, kegagalan manusia untuk berusaha menguasai alam telah mengakibatkan berbagai konsekuensi mengerikan, mulai dari hancurnya perekonomian hingga hilangnya ribuan nyawa. Walaupun teknologi pada zaman modern seperti sekarang sudah sangat maju, kekuatan alam tetap berada di atas kuasa manusia dari waktu ke waktu. Berdasarkan pertimbangan sisi kemanusiaan dan perekonomian, berikut adalah sepuluh bencana alam terburuk yang pernah melanda Amerika Serikat.
1. Tri-State Tornado – 18 Maret 1925
Selama lebih dari tiga setengah jam, Tri-State Tornado menjadi tornado paling mematikan yang merobek-robek daratan utama AS. Tornado ini membunuh 700 orang dan menghancurkan lebih dari 15.000 ribu rumah di wilayah Illinois, Indiana, dan Missouri. Setelah bencana ini, pemerintah setempat mulai mengembangkan sistem peringatan tornado yang diharapkan dapat menekan angka kematian jika bencana kembali datang.



2. Kebakaran Peshtigo – 8 Oktober 1871
Kebakaran yang tidak terlalu menyorot perhatian publik di wilayah Wisconsin dan terjadi bersamaan dengan Kebakaran Hebat Chicago ternyata menjadi kebakaran paling mematikan pada tahun itu. Kota Peshtigo, kota yang dilanda kekeringan itu dilalap si jago merah ketika angin kencang membawa api-api kecil dari padang yang terbakar. Api yang semakin tak terkendali terus merembet dan mencapai sisi lain dari sungai Peshtigo, membuat kota tersebut terperangkap dari dua sisi. Saat api berhasil dijinakkan, 1200 orang tewas dan dua belas kota hangus terbakar.

3. Banjir Johnstown – 31 Mei 1889
Pada akhir abad 19, komunitas industri kecil di Johnstown, Pennsylvania memperoleh reputasi sebagai produsen besi baja berkualitas tinggi. Semua ketenaran itu tersapu bersih saat bendungan South Fork yang kurang terawat di atas gunung, sekitar 14 mil dari kota, bobol akibat hujan yang terus menerus turun. Air sebanyak 20 juta ton menghancurkan kota Johnstown dengan kekuatan setara dengan air terjun Niagara. Banjir ini membunuh 2209 orang dan menenggelamkan 1600 rumah.

4. Gelombang Panas 1988 – Musim Panas 1988
Kekeringan yang melanda dan menghancurkan perekonomian agrikultur AS semakin diperburuk oleh serangan gelombang panas pada 1988. Kerugian pada sektor agrikultur akibat bencana ini melebihi US$ 61 miliar. Kondisi kekeringan ini memicu kebakaran yang melanda Taman Nasional Yellowstone dan Gunung Rushmore pada musim panas 1988. Sekitar 5000 hingga 10000 orang terkena berbagai komplikasi kesehatan akibat panas yang sangat menyengat ini.

5. Gelombang Panas 1980 – Musim Panas 1980
Serangan gelombang panas di tahun 1980 terbukti menjadi salah satu kondisi cuaca terburuk dalam sejarah AS. Temperatur bertekanan tinggi melanda pusat AS dan AS bagian selatan, menekan suhu hingga mencapai 90 derajat Fahrenheit (32,2 derajat Celsius). Sebanyak 10000 orang meninggal dunia akibat hawa panas dan berbagai penyakit dari stres berkepanjangan. Kerusakan agrikultur diestimasi sebesar US$ 48 miliar.

6. Angin Topan Okeechobee – 16 September 1928
Saat para penghuni Lake Okeechobbee yang tengah mengungsi mengetahui angin topan yang diprediksi tidak datang sesuai jadwal, mereka pun kembali pulang. Namun sial melanda pada sore hari menjelang malam pada tanggal 16 September. Badai tersebut ternyata datang. Angin topan berkecepatan 140 mph (225 kph) itu menghancurkan kota kecil di pinggir danau dan menyebabkan banjir hebat selama berminggu-minggu. Sekitar 2500 nyawa melayang akibat musibah ini.

7. Kebakaran dan Gempa Bumi Dahsyat San Francisco
Penduduk San Francisco terbangun di pagi hari oleh gempa bumi berkekuatan 7,7 hingga 7,9 skala Richter yang berlangsung kurang dari satu menit. Walau hanya sebentar, gempa ini mengakibatkan kebakaran hebat di berbagai penjuru kota selama empat hari berturut-turut. Tak hanya merusak saluran gas kota, gempa juga merusak jaringan air bawah tanah.
Pemadam kebakaran pun kesulitan karena kekurangan air. Saat api berhasil dipadamkan, 3000 nyawa melayang dan lebih dari 500 blok terbakar. 225.000 orang yang berhasil selamat, harus menerima kenyataan pahit menjadi tunawisma.

8. Debu Dust Bowl – Awal 1930
Pada awal 1930, padang Great Plains adalah surga para petani. Permintaan akan gandum yang terus meningkat memaksa para petani untuk lebih menggarap lahan gembur di wilayah selatan padang tersebut. Tanah yang terus menerus digarap menyebabkan erosi, karena akar rumput dan pohon yang ada di Great Plains digantikan oleh bibit gandum.
Bencana yang sebenarnya terjadi pada saat kekeringan melanda. Lapisan luar tanah ternyata berubah menjadi debu dalam jumlah masif dan tersapu oleh angin kencang ke arah timur, menyebabkan langit sekitar hingga kawasan pantai Atlantik menjadi gelap. Hampir sebagian besar hasil cocok tanam hancur oleh musibah ini. Sementara para petani yang berjumlah sekitar setengah juta orang, kehilangan pekerjaannya.

9. Badai Katrina – 29 Agustus 2005
Badai Atlantik yang semua dikategorikan sebagai badai kategori 1 ini ternyata menjadi musibah pantai terburuk dalam sejarah AS. Badai Katrina menyapu bersih kawasan pantai Louisiana dengan kecepatan 125 mph (201,1 kph), merusak tanggul pelindung New Orleans, dan menenggalamkan 80 persen kota sekitar. Katrina membunuh sekitar 1836 orang dan menyebabkan kerusakan senilai US$ 125 miliar.

10. Badai Galveston – 8 September 1900
Galveston dikenal pada akhir abad ke-19 sebagai “Mutiara Texas” hingga akhirnya dilanda bencana alam terdahsyat sepanjang sejarah AS. Badai kategori 4 dengan kecepatan 135 mph (217,26 kph) menghantam kota terbesar Texas penghasil kapas ini pada pagi hari, menghancurkan hampir semua bangunan dengan gelombang air setinggi 15 kaki.
Pada petang hari setelah musibah tragis itu, seluruh pulau tenggelam, bak Atlantis. Sekitar 8000 orang dinyatakan hilang. Walaupun kota ini berhasil dibangun kembali, kesejahteraan kota yang memiliki reputasi sebagai “New York kawasan Selatan” ini tidak pernah datang lagi.